Manado, Dahulu Kini dan Nanti Episode 1

kota manado
gambar dari cybersulut.com

Kota Manado, merupakan salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus di Indonesia. Mall mall yang dulunya hanya merupakan sebuah mimpi untuk kita lihat dan kita nikmati fasilitasnya kini berjejer di sepanjang jalan Boulevard. Kalau dulunya saya hanya mengenal Jumbo pasar swalayan dan matahari dept store, kini mega mall yang berada di kawasan bisnis megamas, itcenter, manado townsquare, dan berbagai pusat perbelanjaan lainnya menggoda saya untuk menghabiskan uang belanja maupun berbagai kebutuhan lain baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus dengan terbangunnya berbagai fasilitas yang bisa mengurangi angka pengangguran ternyata memberi dampak negatif ketika saya berada di Kota Manado… Apa itu?

1. Saya sekarang tak bisa menikmati keindahan pantai manado disepanjang jalan boulevard.

Kawasan yang dulunya merupakan tempat santai (tampa nongkrong orang manado baik tua maupun muda) untuk menikmati keindahan pantai apalagi saat sunset dan sunrise kini berganti dengan deretan mall dan ruko. Walaupun pernah didengungkan untuk pembuatan boulevard seri ke dua tapi ternyata hingga saat ini hanya sekedar wacana yang beredar tanpa realisasi. Saya tak tahu nanti untuk tahun-tahun berikutnya

2. Kemacetan disana sini.

Walaupun tingkat kemacetan yang berada di Manado tidak seperti di kota-kota besar lainnya di Indonesia (Jakarta contohnya), namun sekarang saya mulai merasakan dampak negatif dari makin majunya pembangunan dan ekonomi yang ada di Manado yakni KEMACETAN. Kalau dulu saya hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari pusat kota hingga terminal malalayang, kini hal tersebut sangat jauh berbeda.

Pemerintah melalui instansi terkait seperti Badan Perencana Daerah, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya seharusnya memikirkan hal ini jauh sebelumnya. Perkembangan laju ekonomi ternyata belum diimbangi dengan terbangunnya infrastruktur perhubungan yang memadai. Jika hal ini tidak dipikirkan/dianggap sepele bisa-bisa lima tahun kedepan kemacetan seperti yang terjadi di Jakarta akan kita rasakan ketika berada di Manado. Memang waktu tidak bisa diputar mundur namun saya rasa belum terlambat bagi pemerintah untuk memperbaiki akan hal ini.

Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan misalnya dengan mengesampingkan ego kita untuk tidak selalu menggunakan kendaraan yang kita miliki, tidak meminta harga mahal untuk pembebesasan lahan jika pemerintah hendak membangun jalan/melakukan pelebaran jalan dan berbagai hal lainnya yang bisa kita lakukan.

3. Berjejernya para pengemis di Manado

Perkembangan infrastruktur bangunan yang ada di Manado ternyata juga diimbangi dengan semakin banyaknya para pengemis yang melanglang buana di Manado. Saya bukan anti dengan para pengimis dan para gelandangan, justru saya kasihan dengan keberadaan mereka yang sering terlihat berjejer di sepanjang jalan di pusat kota apalagi ada di antara mereka yang masih dalam usia sekolah. Mereka yang seharusnya duduk dibangku sekolah justru duduk dan meminta-minta dipinggir jalan.

Sebelum artikel ini semakin panjang dan membosankan untuk di baca maka untuk saat ini sampai disini dulu edisi manado dahulu kini dan nanti episode pertama… Silahkan tunggu episode selanjutnya

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: